7 Alasan Mengapa Slot Kartu microSD Menghilang di HP Flagship
Di HP kelas flagship, slot kartu microSD kini nyaris hilang. Padahal, slot kartu microSD dulu menjadi ciri khas HP Android untuk menambah kapasitas penyimpanan secara murah dan fleksibel. Kini, hanya beberapa HP mid-range saja dan mayoritas HP entry-level yang masih mempertahankan slot kartu microSD. Meski cukup mengecewakan, sebenarnya ada cukup banyak faktor yang mendorong ditiadakannya slot kartu microSD di sebagian besar HP modern saat ini. Mulai dari kecepatan yang terbatas hingga alternatif berbasis cloud, berikut 7 di antaranya.
1. Kecepatannya terbatas
Penyimpanan internal berbasis UFS di HP flagship lebih cepat daripada kartu microSD eksternal yang performanya lebih mirip seperti eMMC pada HP murah dan masih tertinggal dari UFS generasi lama. Memang ada kartu microSD Express yang memanfaatkan PCIe dan NVMe dengan pin tambahan untuk menyajikan kecepatan baca tulis mendekati SSD, namun harganya lebih mahal dan pilihannya di pasar juga terbatas. Jadi meski kartu microSD Express memberi upgrade kecepatan baca tulis, tetap kecil kemungkinannya jika HP flagship akan kembali membawa slot kartu microSD dalam waktu dekat.
2. Variasi kartu microSD
Sama seperti HDD dan SSD, kartu microSD juga hadir dalam banyak pilihan, dengan variasi kelas kecepatan dan protokol tertentu. Tiap variasi tentu saja memiliki performa yang jauh berbeda dan jika pengguna menggunakan kartu microSD yang lambat di HP kelas atas, performanya tetap akan terasa lemot. Banyak kasus di mana brand atau produsen HP malah berakhir disalahkan padahal akar permasalahannya terletak pada pemilihan kartu microSD yang tidak tepat. Ada kemungkinan jika slot kartu microSD dihilangkan untuk mencegah sekaligus mengatasi masalah tersebut.
3. Dorongan bisnis
Salah satu alasan lain mengapa slot kartu microSD ditiadakan bukan karena masalah teknis, melainkan dorongan bisnis untuk memaksa pengguna membeli varian penyimpanan internal yang lebih besar dan mahal sejak awal pembelian. Diluar Samsung yang menjual kartu microSD sendiri, brand lain tidak memiliki alasan untuk memberi slot kartu microSD karena pemasukan justru mengalir ke brand kartu microSD pihak ketiga seperti Lexar atau SanDisk. Alhasil, brand-brand semacam itu menilai jika mendorong pengguna untuk memilih penyimpanan internal yang lebih besar lebih menguntungkan daripada memberi opsi upgrade murah via kartu microSD.
4. Penyimpanan alternatif
Selama bertahun-tahun, kebanyakan HP flagship masih menyediakan slot kartu microSD karena dulu, pilihan kapasitas penyimpanan internal masih terbatas dan masih belum bisa sebesar sekarang. Alhasil, kartu microSD pun jadi cara cepat dan mudah untuk memperluas penyimpanan. Namun kini, dengan layanan penyimpanan cloud yang makin populer dan diterima pengguna luas, kebutuhan menyimpan file secara lokal pun menurun. Kebanyakan pengguna saat ini lebih memilih penyimpanan cloud agar mereka bisa mengakses file mereka dari jarak jauh dan di perangkat mana pun.
5. Keamanan
Menghapus slot kartu microSD membuat pencuri HP tidak bisa lagi mengambil data-data penting dari kartu microSD, sama seperti eSIM yang masih bisa digunakan di HP lain jika HP utama pengguna tiba-tiba dicuri. Selain itu, penyimpanan internal di HP umumnya juga dienkripsi berbasis hardware (TEE/SoC) dan terikat ke kunci perangkat/biometrik. Di sisi lain, penyimpanan eksternal sering kali tidak terenkripsi secara default atau dienkripsi dengan standar yang tidak konsisten antar-perangkat, sehingga menjadi titik lemah ketika dipindahkan atau diakses di perangkat lain seperti PC.




